Proyek Awak Mas
PT Masmindo Dwi Area (MDA) adalah perusahaan tambang emas yang beroperasi di bawah Kontrak Karya Generasi Ketujuh sejak 19 Januari 1998, yang kemudian mengalami perubahan pada 14 Maret 2018. MDA merupakan anak perusahaan dari PT Indika Energy Tbk., salah satu perusahaan energi terkemuka di Indonesia.
Berlokasi di Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, MDA mengelola wilayah kontrak seluas 14.390 hektare. Area tambang berada di kawasan penggunaan lain (APL), bukan kawasan hutan, dan saat ini perusahaan tengah berada pada tahap konstruksi. Kegiatan penambangan dilakukan menggunakan metode tambang terbuka (open-pit) di pit Awak Mas dan Salubulo. Hasil penambangan akan berupa bullion emas yang selanjutnya dimurnikan menjadi emas murni.

Sebagai perusahaan tambang yang bertanggung jawab, MDA menerapkan Good Mining Practice sesuai regulasi pemerintah.
Selain itu, MDA aktif menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berfokus pada manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar dan para pemangku kepentingan lokal.
Sumber Daya Mineral Kami
Sampai saat ini lebih dari 184 ribu meter drilling telah dilakukan di Proyek Awak Mas yang dimulai sejak tahun 1980 s/d 2025.
Proyek ini mencakup tiga area utama yaitu Awak Mas, Salu Bulo, dan Tarra, yang masing-masing telah memiliki estimasi Sumber Daya Mineral sesuai dengan Kode JORC (2012).
Drilling yang terdiri dari resource infill drilling, extensional dan scout drilling telah disiapkan oleh Departemen Eksplorasi pada anggaran 2025, untuk meningkatkan sumber daya dan cadangan pada prospek-prospek selanjutnya.
Endapan Awak Mas sendiri mengandung Sumber Daya Mineral yang diklasifikasikan sebagai Terukur (Measured), Terindikasi (Indicated), dan Tersirat (Inferred), sebesar 44,8 juta ton (Mt) dengan kadar 1,38 g/t Au total mencapai 1,97 juta ons emas. Endapan satelit yang lebih kecil, Solu Bulo (3,0 Mt @ 1,95 g/t Au) dan Tarra (3,0 Mt @ 1,29 g/t Au), memberikan tambahan 0,32 juta ons emas. Endapan Salu Bulo dan Tarra masing-masing berlokasi sekitar 2,5 km di timur dan 4,5 km di utara dari endapan Awak Mas.
MDA Bangun Akses dan
Infrastruktur Tambang
Process Gravity yang diikuti oleh Carbon in Leach (CIL) ramah terhadap konsumsi energi dan air, mendukung operasi yang lebih hijau.
Energy efficient Mill desain mengurangi penggunaan energi.
Penerapan gravity circuit teknologi menunjukkan komitmen terhadap efisiensi penggunaan sianida dan modernisasi pabrik pengolahan.
Kapasitas pabrik pengolahan adalah 2.5 juta ton per tahun dengan penggunaan teknologi modern untuk memastikan keamanan dan pengontrolan lingkungan yang lebih baik.
Proses pengentalan tailing dengan thickener dan menggunakan kembali air proses untuk mengurangi penggunaan air.
Limbah tambang (tailing) akan diproses di cyanide destruction circuit dengan teknologi INCO SO₂/Udara untuk memastikan WAD dan free cyanide yang dihasilkan di bawah baku mutu sebelum dialirkan ke tailing storage facility, menunjukkan komitmen kami akan perlindungan lingkungan termasuk satwa yang ada di sekitar pertambangan.
Total volume ore yang ditambang mencapai 36 juta ton, dengan waste sebesar 206 juta ton, berasal dari total bukaan lahan yang hanya mencakup 10% dari keseluruhan luas wilayah Kontrak Karya MDA.
Operasi penambangan dijalankan dengan metode berbasis digitalisasi dan teknologi terdepan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai Good Mining Practice.
Menerapkan continuous improvement pada aspek lingkungan untuk menjaga stabilitas ekosistem, baik di sekitar maupun di dalam area penambangan.
Kami berkomitmen menjaga kinerja produksi dengan mengutamakan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) di setiap tahap kegiatan.
2023
Sejak tahun 2023, PT Masmindo Dwi Area (MDA) telah membangun berbagai fasilitas untuk mendukung operasional tambang Awak Mas.
42%
Selain pendanaan, MDA juga memberikan dukungan teknis, pengawasan, serta melakukan studi kelayakan pelabuhan di wilayah sekitar. Target pembangunan infrastruktur tambang ditetapkan mencapai 42% pada tahun 2024.


42% - 85%
Ekspektasi target pembangunan infrastruktur tambang pada tahun 2025.
2026
sebagai bagian dari persiapan menuju produksi emas pertama (first gold) pada tahun 2026.
Pembangunan pabrik baru MDA saat ini sedang berjalan. Dengan dukungan teknologi modern dan standar ramah lingkungan, pabrik ini akan menjadi pusat produksi yang efisien, inovatif, dan berkualitas tinggi.
MDA berkomitmen menghadirkan fasilitas ini tepat waktu untuk mendukung pertumbuhan perusahaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
MDA hadir di Kabupaten Luwu membawa dampak positif yang terasa di berbagai aspek kehidupan masyarakat. Melalui pembukaan lapangan kerja bagi warga lokal dan pelatihan keterampilan, pertumbuhan ekonomi serta daya saing tenaga kerja meningkat.
Kehadiran MDA bukan sekadar menjalankan kegiatan pertambangan, tetapi menjadi mitra pembangunan yang menghubungkan kemajuan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan kelestarian lingkungan demi masa depan Luwu yang lebih baik.
